Selasa, 25 September 2012

Wallpaper Persis Solo

Mencoba mempraktekan yang baru diajarkan mbah youtube, belajar Photoshop . . .
Maaf kalau hasil kurang bagus, maklum baru tahap pembelajaran . . Salam Pasoepati!!!

   Persis Solo, PRIDE OF SOLO CITY!

    Skuad Persis Solo LPIS 2011/2012 saat melawan Persija IPL di Piala Indonesia

    Gelandang serang Persis Solo LPIS 2011/2012, Javier Leopoldo Roca Sepulveda "9"
Peta Kota Solo . . . Full Persis Solo!!!

    Laskar Sambernyawa

Senin, 23 Juli 2012

Anak Bertanya pun Jadi Lagu


Kecermelangan musisi Indonesia dalam menciptakan lagu nampaknya tak terbantahkan lagi. Dari tahun ke tahun, selalu lahir lagu yang meledak dipasaran. Tak hanya di gandrungi di negeri sendiri, musik Indonesia belakangan juga di sukai oleh masyarakat mancanegara. Mulai dari dangdut yang sedikit demi sedikit menapakkan kakinya di negeri Paman Sam, hingga musik bergenre pop yang menguasai deretan lagu terbaik radio dan televisi Malaysia.

Perkembangan musik Indonesia tentu tak lepas dari semakin kreatifnya para musisi dalam membuat sebuah lagu. Hal yang dianggap sepele oleh beberapa orang pun bisa dijadikan para musisi menjadi lagu yang indah. Misalnya grup musik bimbo. Grup yang digawangi oleh Sam bimbo, Acil Bimbo, Jaka Bimbo dan Iin Parlina ini mampu membuat sebuah lagu indah hanya berbekal pertanyaan dari seorang anak kepada bapaknya. “Ada anak bertanya pada bapaknya . . , ( Mau kemana pak ? )” begitulah kiranya potongan lirik lagu tersebut.

Tak hanya grup Bimbo, beberapa penyanyi pun mempopulerkan lagu berdasar kejadian yang sepele seperti Ayu Ting-Ting  dengan lagu dasyatnya, Alamat Palsu, “ Kesana kemari membawa alamat . . “, Ada lagi Rumor dengan lagunya Butiran Debu. “Aku tersesat dan tahu arah jalan pulang” atau lagu yang lagi meledak dipasaran, Iwak Peyek. “Iwak peyek, Iwak Peyek, Iwak Peyek nasi jagung” . . dan masih banyak lagi.

Bagi para penikmat musik, mungkin tak pernah terbesit dipikirannya untuk membuat lagu hanya karena nyasar, mencari alamat orang atau makan rempeyek. Mungkin yang terpikir saat itu kalau nyasar ya tinggal tanya orang, bila mencari alamat seseorang nggak ketemu tinggal pulang, atau pengen rempeyek tinggal beli di warteg dehhh. Hal itulah yang mungkin harus diapresiasi, bahwa musisi Indonesia sangat kreatif dalam membuat lagu.

Pendapatan dari sebuah lagu bila meledak tentu sangat besar. Masih ingatkah anda dengan lagu Neng Neng Nong Neng yang diciptakan oleh M. Ridho saat audisi Indonesia Idol ? yaa, lagu yang akhirnya dibeli oleh Ahmad Dhani tersebut kini banyak di sukai oleh masyarakat. Uang yang diterima M. Ridho pun terus mengalir ke rekeningnya seiring dengan kesuksesan album dan RBT nya. Mungkin anda ingin membuat lagu yang terinspirasi dari Nasi Kucing atau Peyek Kacang ? Hmmmm . . . Peluang bisnis yang bagus sodara-sodara.

Senin, 18 Juni 2012

Tulisan di Motor Itu

Senin, 18 Juni 2012
Di depan TV 
Bahasa Twitternya, #NW : Trans 7 - Opera Van Java . .

Sudah bosan rasanya menonton berita tentang kisruh antar suporter di Indonesia. Tak henti-hentinya para pemain ke - 12 itu mengadakan pertandingan layaknya pemain di Colosseum, Roma. Korban pun berjatuhan, entah itu diantara sang "Pemain Colosseum" atau masyarakat tak tahu apa-apa. Miris rasanya kenapa "Pertandingan Tanpa Perijinan" itu tak pernah sirna dari bumi sang garuda. 

Beberapa hari lalu, saat dalam perjalanan ke Diamond Convention Centre untuk melihat pamer kemajuan teknologi "Pameran komputer", lampu merah menyadarkan kepada saya betapa pentingnya seseorang mempunyai pegangan yang kuat saat menonton sepak bola. Suatu pegangan terikat di hati yang mempunyai maksud bahwa perseteruan, persaingan dan perang demi satu bintang di dada itu hanya terjadi dilapangan saja. Kata pepatah, memang tak ada yang tak mungkin didunia ini, tapi sulit rasanya menanamkan jiwa itu disemua suporter Indonesia.

 "We Are Rivals, But Not Enemies"

Tulisan itu hanya 24 huruf!  
Tak lebih dari 10 kata!
Hanya diucapkan dengan sedikit tenaga!

Namun untuk melakukannya . . .
Memerlukan milyaran huruf,
Membutuhkan jutaan kata,
Menghabiskan waktu beribu kali lebih lama dari mendengarkan dosen bercerita tentang pengalamannya.

Jangan hanya menunggu seseorang menyadarkanmu tentang arti sebuah persaingan di dunia bola, tapi mulailah semua itu dengan kemauanmu . . kemauan kita . . kemauan semua pecinta sepakbola Indonesia demi persatuan suporter garuda. 
Suatu saat, para petinggi sepak bola itu malu dengan kita . . Malu karena 200 juta rakyat indonesia bersatu mendukung Tim Nasional Indonesia, bukan hanya mengurusi 2014 saja!!!!!!

"WE ARE RIVALS IN NINETY MINUTES, BUT NOT ENEMIES"